Materi (zat) adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan volume. Materi berdasarkan wujudnya dikelompokkan menjadi zat padat, cair, dan gas. Sedangkan berdasarkan susunannya, materi yang ada di alam diklasifikasikan menjadi zat tunggal/murni (unsur dan senyawa) dan campuran. Berikut ini merupakan peta konsep tentang unsur, senyawa, dan campuran.
UNSUR
Pengertian Unsur
Unsur adalah zat tunggal atau zat murni yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia.
Jenis-jenis unsur
Unsur dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya menjadi tiga jenis, yaitu
a. Unsur Logam
Unsur logam merupakan unsur-unsur yang cenderung bersifat logam, baik secara fisik maupun kimia. Unsur logam memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Memiliki sifat mengkilap
Kuat dan keras
Bisa menghantarkan listrik
Muda dibentuk atau ditempa dengan perlakuan khusus, misalnya dibakar.
Contoh unsur logam diantaranya, yaitu Besi (Fe), aluminium (Al), dan tembaga (Cu), Emas, Perak, Aluminium, Timah, Mangan, Kromium, dan Nikel.
b. Unsur Semilogam
Metaloid merupakan jenis unsur logam yang memiliki sifat antara usnusr logam dan nonlogam, dengan contoh sebagai berikut :
1. Silicon (Si), biasanya digunakan dalam peralatan pemotong, pengamplasan, sebagai bahan untuk membuat semikonduktor, gelas, dan keramik.
2. Germanium (Ge), ditemukan di batu bara dan batu seng pekat. Germanium termasuk dalam bahan semikonduktor, yaitu berfumgsi sebagai isolator di suhu rendah dan berfungsi sebagai konduktor pada suhu tinggi.
c. Unsur Nonlogam
Unsur nonlogam adalah unsur yang bersifat nonlogam, baik secara fisik maupun kimia. Unsur nonlogam memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Tidak dapat ditempa
Tidak mengkilat
Kemampuan menghantarkan listrik rendah
Contoh: Oksigen (O), nitrogen (N), dan fluorin (F), Karbon, Sulfur, Helium, Hidrogen, Iodin.
SENYAWA
Pengertian Senyawa
Senyawa adalah zat kimia yang terbentuk dari dua atau lebih unsur yang terikat secara kimia dalam perbandingan tetep. Senyawa merupakan zat tunggal yang terdiri dari dua unsur atau lebih yang telah bereaksi secara kimia dan tidak dapat dipisahkan lagi dengan reaksi kimia biasa. Contoh senyawa yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah air. Air merupakan gabungan dari unsur hidrogen (H) dan oksigen (O) dengan rumus kimia H2O.
Jenis Senyawa
Senyawa dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya menjadi dua jenis, yaitu
a. Senyawa Organik
Senyawa organik mengandung undur karbon dan biasanya ditemukan dalam makhluk hidup. Sifat senyawa organik tidak mudah larut dalam air, namun akan larut jika dicampur dengan pelarut yang sifatnya organik juga. Selain itu, akibat unsur pembentuknya yang berupa karbon (C), senyawa organik cenderung akan mudah terbakar. Contohnya yaitu glukosa (C12H22O11) dan alkohol (C2H5OH).
b. Senyawa Anorganik
Senyawa anorganik berasal dari sumber daya mineral yang terdapat di bumi. Senyawa ini memiliki titik didih atau titik leleh yang relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa organik. Senyawa anorganik memiliki sifat mudah larut dalam air dan cenderung tidak mudah terbakar. Contoh senyawa anorganik, yaitu air (H2O), garam (NaCl), karbon dioksida (CO2),
CAMPURAN
Pengertian Campuran
Campuran adalah zat yang tersusun dari dua atau lebih zat yang tidak bereaksi secara kimia. Campuran dapat dipisahkan dengan cara fisika. Campuran merupakan gabungan dua atau lebih zat yang tidak mengalami perubahan kimia dan dapat dipisahkan secara fisik.
Jenis campuran
Campuran dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut:
a. Campuran Homogen
Campuran homogen terjadi apabila seluruh materi penyusun campuran itu tidak dapat dibedakan lagi antara satu dengan yang lainnya. Tapi, sifat dari masing-masing materi penyusunnya masih dapat terlihat. Contohnya, campuran air dengan susu bubuk cokelat.
Selain itu, larutan gula, larutan garam, dan sirop merupakan campuran homogen. Larutan tersusun atas pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Dalam larutan, ukuran zat partikel terlarut sangat kecil dengan diameter kurang dari 1 nm sehingga partikel zat terlarut tidak dapat dilihat walau menggunakan mikroskop ultra. Oleh karena itu, larutan terlihat homogen (serba sama), tidak dapat dibedakan antara zat terlarut dan pelarutnya.
b. Campuran Heterogen
Campuran heterogen terjadi apabila seluruh materi penyusun campuran itu beserta sifat-sifatnya masih dapat dibedakan satu dengan yang lainnya. Contohnya adalah campuran air dengan minyak goreng. Selain itu, amati segelas air yang dicampur dengan pasir. Apabila zat-zat penyusunnya bercampur secara tidak merata dan campuran ini tiap-tiap bagian tidak sama susunannya maka disebut campuran heterogen.




.jpeg)






